Tips: (untuk orang tua) Menyikapi Maraknya Kekerasan Seksual pada Anak

watch_later Sabtu, 31 Mei 2014



Menyikapi kejadian kekerasan seksual di JIS serta kasus kekerasan seksual pada anak/remaja lainnya, yang saat ini banyak terjadi di sekitar kita, apa yang sebaiknya sikap kita selaku orang tua ?
Dari sebuah  komunitas parenting, kita diingatkan pada beberapa hal yang selayaknya diperhatikan para orang tua, antara lain :

1. Bekali anak dengan  pemahaman pentingnya menjaga diri. Bahwa dirinya amat sangat berharga, tidak sembarang orang dapat menyentuhnya.

2. Tekankan pada anak, agar berhati-hati terhadap sentuhan orang lain.
Ajari perbedaan sentuhan sbb :
Sentuhan baik  :   pada bagian atas bahu & bawah lutut.
Sentuhan membingungkan :  pada bagian bawah bahu sampai atas lutut.
Sentuhan buruk  : sentuhan pada bagian-bagian yang ditutupi pakaian dalam.
Ajari anak bagaimana harus bersikap bila menerima sentuhan buruk dan membingungkan, meski sentuhan itu dari orang laki-laki terdekatnya (paman, kakek, tetangga, bahkan ayahnya sendiri).

3. Semaksimal mungkin hindari (batasi) anak2 dari bergadget-ria (smartphone, tablet, ipad),  asyik di depan tv atau komputer dsb.  Lebih baik berikan mainan untuk kegiatan fisik semisal, bola, sepeda, bowling2an, dan atau buku2 cerita/pengetahuan, buku aktifitas (ingat : buku adalah investasi berharga yg kita tanam utk anak), dan atau mainan edukatif (puzel, lego, balok, tangram, kartu2 yg mendidik, dll - sudah banyak dijual di toko buku)

4. Menerapkan "underwear rule". Aturan pada anak dalam berpakaian, di mana, kapan dan pada siapa boleh membuka pakaian dalam. Jangan biasakan anak kita (usia balita) hanya memakai pakaian dalam saja saat di rumah, meski sedang bersama orang-tua/anggota keluarga.  Pada keluarga muslim, mulai berikan pemahaman tentang  aurat laki2 dan aurat perempuan.

5. Jalankan aturan agama dalam terapan keluarga sehari-hari.  Misal sesuai  ajaran Islam, sejak usia 7 tahun sudah dipisah tidurnya antara anak laki-laki dan perempuan. Tidak boleh tidur dalam satu selimut. Bila ingin masuk kamar orang tua atau kamar kakaknya harus mengetuk pintu terlebih dahulu,

6. Orang tua tidak membiasakan diri hanya memakai handuk saja saat keluar dari kamar mandi. Aturan ini juga harus dibiasakan pada anak.

sumber : FP Kita dan Buah Hati (dengan sedikit edit tulisan untuk kepentingan penulisan di grup ini)


Tips lain yang dishare oleh penulis buku "Anak Juga manusia " :
Dear Parents, maraknya kekerasan seksual pd anak membuat kita khawatir. Berikut tips untuk para orang tua :
(1) Kenalkan "Belajar Kepemilikan";  biasakan ortu minta ijin bila mau sentuh / pegang / cium / peluk / buka celana / buka baju sang anak. Minta ijinlah ! Bila anak terbiasa dengan pola ini maka saat orang lain ingin melakukan sesuatu pada tubuh anak maka ia akan menolak, ia akan berupaya lindungi tubuhnya karena terbiasa dengan pola yang orang tua tanamkan.  Belajar kepemilikan tidak  efektif dengan nasehat, karena  anak belum belajar konsep.  Anak2  belajar pola yang dilakukan orang tuanya,  anak2 mengadaptasi pola perlakuan orang tuanya.
(2) Kenalkan "Budaya Bercerita" :  Biasakan bercerita pada anak soal keseharian kita baik suka / duka, agar anak juga belajar cerita apapun pada kita tanpa diminta, Sering ortu malah membangun “budaya bertanya"  bukan "budaya bercerita", orang tua menginterogasi anak dengan pertanyaan sehingga anak tidak nyaman.  Kalau ingin anak bercerita apapun maka bangun budaya bercerita bukan budaya bertanya. Kalau anak mulai cerita maka dengarkan hingga tuntas tanpa dikritik.
(3) Kenalkan pada "Kelola Situasi Sulit" :  paparkan pada anak berbagai macam situasi yang akan ia hadapi & resikonya, misal di sekolah/ tempat umum yang tanpa kehadiran kita selalu orang tua, paparkan bahwa ada lokasi2 rawan, paparkan resiko & solusinya bila bertemu situasi tsb. Lakukan secara konsisten pada beragam situasi, agar anak terbiasa berpikir resikonya sebelum bertindak.
(4) STOP sentuh anak orang tanpa ijin :  sering kita gemes/memaksa kalau anak menolak disentuh orang lain atau menegurnya bila tidak  mau disentuh orang lain. Hal itu dapat merusak insting alami anak dalam melindungi tubuhnya.  Membiasakan juga  minta ijin ke anak kalau posting foto anak ke medsos, apalagi kalau mempertontokan bagian tubuh yang mestinya tertutup. Tahukah  kita bahwa pelaku ada yang suka mengoleksi foto anak2 sebagai  bahan pemuas nafsu?
Apakah  dengan 4 hal tsb anak2 bisa 100% aman?  Tidak juga, apalagi klo pelaku pakai kekuatan fisik, namun setidaknya kita siapkan anak untuk  melindungin diri & mewaspada  situasi2 yg rawan.
Angga Setyawan (Penulis Buku Anak Juga Manusia)



sentiment_satisfied Emoticon