Memulai Jualan Online

watch_later Kamis, 28 November 2013
comment 1 Comment


Post ke-dua ^^

Pertama kali berdagang yakni ketika saya masih SMP, kira-kira tahun 1998-1999. Kala itu saya jualan gethuk goreng yang saya buat sendiri, makanan jawa yang bahan baku utamanya adalah singkong. Singkong yang sudah dikukus kemudian digiling, dicampur gula jawa lalu digoreng. Makanan ini saya titipkan di hik (angkringan) di dekat rumah hehehe selanjutnya, saya berganti-ganti barang dagangan xixixixi *belom bisa fokus

ok...itu sedikit nostalgia mengenang masa lalu..... ^^

Sekarang ini, setelah saya menikah...saya mencoba berjualan online. Ini saya mulai skitar 3 tahun yang lalu, dan sampai sekarang masih terus belajar dari teman-teman yang lebih senior. Ini secuil dari catatan saya yang bisa saya sharing:

Nah, kenapa saya pilih jualan online?
1. Tidak membutuhkan banyak modal.
  • modal tempat/sewa/kontrak kios.
  • modal stok barang
2. Tidak mengganggu aktivitas saya sebagai ibu rumah tangga karena jualan online masih bisa saya kerjakan di tengah-tengah pekerjaan kerumah tanggaan & mengasuh anak.
3.  Potensi jangkauan pemasaranya pun luas menjangkau seluruh wilayah Indonesia, bahkan bisa juga ke luar negeri. Potensi yang sangat besar kan? ^^
4. Dll (akan saya tambah kalo saya sudah ingat ya )

Berapa sih modal yang dibutuhkan untuk berjualan?
Awalnya, saya belum terpikirkan modal (untuk stok barang) karena saya belum tahu mau jualan apa hehe. Tapi setidaknya modal yang sudah saya punya adalah komputer, akses internet (modem), handphone. Itulah modal awal saya berdagang di dunia maya.

** TIPS: Meminimalkan modal. Kalau kita ingin punya stok barang, tapi minim modal. Beberapa cara bisa ditempuh:
  • Cari pedagang grosir/produsen yang bisa membantu kita dengan meminjamkan stok barang/sistem konsinyasi.
  • Cari pedagang grosir/produsen yang bisa memberikan harga grosir tapi dengan jumlah pembelian yang minimal sebagai sampel. Nanti kalau ada pembeli yang pesan, baru kita orderkan ke pedagang tersebut
  • Atau kalau kita tidak modal sama sekali dan juga tidak mau repot untuk stok barang dan juga tidak mau ambil resiko kalau barang tidak laku, kita bisa menjadi online marketer. Kita memasarkan barang dagangan orang lain dan dari situlah kita mendapat fee/upah/keuntungan. Sehingga benar-benar kita berjualan tanpa modal stok barang. Berkenaan dengan online marketer, ada beberapa tips yang mungkin akan saya tulis di lain kesempatan, insya allah :)
Mau jualan apa ya?
Tidak usah bingung-bingung hehe jualan saja apa yang kita suka atau apa yang kita butuhkan, Misalnya kita suka fashion, nah kenapa nggak jualan baju-baju fashion, dompet, tas dll? Sesuatu yang kita suka, pasti kita akan enjoy menjalaninya dan pengetahuan kita terhadap produk yang kita suka bisa dijadikan nilai plus dalam pelayanan terhadap konsumen. Bisa juga menjual sesuatu yang kita butuhkan, misal kita punya anak-anak yang masih kecil....butuh baju kan ya? Nah, bisa dicoba dong berjualan baju anak-anak...di samping kita dapat untung dari penjualan, kita bisa dapat baju murah buat anak dan kalaupun barang tidak laku, bisa dipake sendiri sama anak-anak kita hehe

Trus jualan online-nya dimana?
Bisa dimana aja *klise* ^^ salah satunya:
  •  Situs jual beli: tokobagus, berniaga dll
  • Jejaring sosial: facebook, twitter, instagram dll
  • Marketplace: bukalapak.com, ekiosku.com, q100.com dll
  • Nebeng jualan di blog pribadi
  • Situs-situs yang menyediakan forum jual beli: detik.com, kaskus.co.id, 
  • Atau bikin web sendiri hehe 
  • dll
Apa lagi yang perlu disiapkan?
Kalo kita stok barang sendiri, yang perlu disiapkan:
  • Persiapkan rekening untuk pembayaran dari konsumen. YAng populer digunakan dari kebanyakan transaksi online adalah bank BCA, BNI & Mandiri. UNtuk menjangkau konsumen yang berada di daerah juga sering menggunakan BRI. **TIPS: ketika membuat rekening bank, sebaiknya langsung daftarkan fasilitas sms/mobile dan internet banking. Hal ini diperlukan untuk memudahkan mengecek pembayaran para konsumen yang masuk dan untuk transaksi financial lainnya.
  • Peralatan packing: plastik, lakban, pulpen, label pengiriman, timbangan dan semacamnya
  • Persiapkan tentang ekspedisi pengiriman yang akan digunakan. Mintalah price list/daftar ongkos kirim ke agen ekspedisi terdekat. Yang paling sering digunakan adalah JNE karena kemudahan sistem tracking yang diberikan sehingga bisa slalu memantau posisi paket. Tapi, biasanya konsumen menginginkan jasa pengiriman dengan biaya yang lebih ekonomis, alternatinya: POS, Wahana, Tiki, ESL dll ...atau cargo untuk paket-paket minimal 5kg alternatifnya: Pahala, Dakota, Mex, dll **TIPS: untuk pengecekan ongkos kirim, rata-rata yang menjadi patokan jasa ekspedisi adalah nama kecamatan, bukan nama kota. So, kalo mau lebih akurat ceknya pake nama kecamatan ya, biar nggak nombok ongkir ^^

Sekian dulu, mudah-mudahan bermanfaat ^^














avatar

mantab sob, makasih artikelnya...

delete 9 April 2015 21.21



sentiment_satisfied Emoticon