Membawa si Kecil Naik Pesawat Udara

watch_later Minggu, 02 Februari 2014


Dr M Muchlis SpA
Klinik Anak Rumkit Lanud Abd Saleh, Malang
Klinik Anak RSIA Puri Bunda, Malang

  • Ketentuan umum penerbangan mengatur bayi dibawah usia 2 minggu tidak diperkenankan ikut dalam penerbangan (WHO, 2003 merekomendasikan bayi umur kurang 7 hari). Tapi pada keadaan tertentu karena kasus yang sifatnya emergensi, bayi baru lahir dapat ditransportasi melalui udara untuk dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap, tentunya dengan perlengkapan medis yang memadai selama perjalanan udara.

  • Pada saat take off, udara dari dalam akan keluar dari telinga tengah dan sinus, sebaliknya saat landing udara akan masuk kembali. Hal tersebut akan menimbulkan rasa tidak enak di telinga karena terjadi perbedaan tekanan udara tersebut, rasa tidak enak tersebut dapat diatasi dengan melakukan gerakan menelan, mengunyah atau menguap. Karenanya selama take off dan landing bayi dapat disusui atau diberi dot, sedangkan untuk anak yang lebih besar diminta untuk melakukan gerakan valsava manuver dengan menelan air ludah atau mengunyah permen karet (bubble gum).

  • Walaupun pesawat sekarang sudah makin canggih dengan sistem pressurized-nya yang mengatur tekanan udara di dalam pesawat relatif sama dengan di permukaan bumi, tetap diantisipasi adanya penurunan tekanan udara di dalam kabin pesawat. Penurunan tekanan udara akan menimbulkan rasa tidak enak di perut karena adanya udara dalam tubuh yang mengisi semua rongga tubuh, khususnya di perut (saluran cerna). Karenanya disarankan untuk tidak memberi minuman yang mengandung karbonat untuk mencegah penumpukan udara di dalam perut, anak diminta untuk minum air putih atau jus saja.

  • Meskipun beberapa maskapai penerbangan memperbolehkan anak dibawah usia dua tahun untuk dipangku tetapi AAP (American Academy of Pediatric) menganjurkan agar anak duduk sendiri. Berdasarkan standar penerbangan, anak dengan berat badan anak lebih dari 40 pound (20 kg) atau usia lebih 2 tahun dan mampu mengenakan sabuk pengaman atau dibantu orang tuanya, dapat duduk di tempat duduk pesawat sesuai dengan berat, tinggi dan usianya. Sebaiknya tanyakan pada maskapai penerbangan menyangkut ketentuan tempat duduk pada anak (the airlines’s infant-seat policy).

  • Untuk anak-anak yang mengalami motion sickness (mabuk udara) selain pengobatan farmakologik dengan meminum obat anti mabuk, penanganan non farmakologik juga diutamakan, misal : tidak memakan makanan berat sebelum terbang, didudukkan dekat jendela dan menggunakan kaca mata hitam selama perjalanan. Pilihan lain adalah melakukan perjalanan udara di malam hari.

  • Sebelum berpergian dengan pesawat udara, konsultasikan pada dokter anak/dokter keluarga bila anak mempunyai penyakit jantung, penyakit paru kronik, penyakit infeksi saluran nafas dan penyakit lainnya. Secara khusus periksakan kondisi kesehatan anak anda bila anak baru saja menderita penyakit infeksi telinga tengah atau operasi telinga sebelum berpergian dengan pesawat udara.

  • Hal-hal umum yang harus diperhatikan sebelum berangkat :

- Anak harus cukup istirahat.
- Mengecek kembali perlengkapan bayi/anak, jangan sampai terlupa untuk membawa selimut yg cukup tebal guna melindungi bayi dari suhu dingin selama dalam perjalanan udara (untuk menghindari hipotermi pada bayi).
- Tidak memakan makanan berat khusus untuk anak yang suka mengalami motion sikness.
- Mengantisipasi aktivitas anak selama pesawat, disiapkan kertas, crayon (pensil warna), permainan kartu atau mainan yang disukai, game, buku bacaan sehingga anak dapat mengisi waktunya selama perjalanan.
- Minum air putih dan makanan kecil (snack) sangat membantu selama menunggu lama di terminal keberangkatan atau di custom.
- Menyiapkan makanan khusus bayi atau anak.
- Menyediakan obat-obatan sederhana yang sering diperlukan.


Selamat menikmati perjalanan udara bersama si kecil........



sentiment_satisfied Emoticon